silahkan mengklik

May 10, 2011

Diaspora Tato yang Ubiquitas

Diaspora Tato yang Ubiquitas

             Sepanjang hayatnya, manusia tidaklah hidup dengan tubuh alamiahnya an sich. Manusia selalu memunyai dan menunjukkan ide, kreativitas, rasa estetik hingga rasa kemanusiaannya sepanjang peradaban, dapat dilakukan dengan menambah, mengurangi, mengubah bahkan mengatur bagian tubuh alamiahnya. Tindakan tersebut dapat dilakukan oleh individu, kelompok komunal, hingga negara, seperti yang dilakukan oleh Bangsa Yunani pada masa peperangan.

February 4, 2011

Sejarah Tato Dari Zaman Ke Zaman


Sejarah Tato Dari Zaman Ke Zaman
Tato atau tattoo, berasal dari bahasa Tahiti "tatu" yang konon artinya tanda. Walaupun bukti-bukti sejarah tato ini tidak begitu banyak, tetapi para ahli mengambil kesimpulan bahwa seni tato ini sudah ada sejak 12.000 tahun sebelum Masehi.
Dulu, tato menjadi semacam ritual bagi suku-suku kuno seperti Maori, Inca, Ainu, Polynesians, dan lain-lain. Kalau Anda jalan-jalan ke Mesir, coba main-main ke Piramid, mungkin Anda bisa menemukan tato tertua di sana. Karena menurut sejarah, bangsa Mesirlah yang jadi biang tumbuh suburnya tato di dunia. Bangsa Mesir kan dikenal sebagai bangsa yang terkenal kuat, mereka melakukan ekspansi ke negara-negara lain, sehingga seni tato pun ikut-ikutan menyebar luas, seperti ke daerah Yunani, Persia, dan Arab.

DUBIUM METHODICUM


DUBIUM METHODICUM
techan pangul[1]

 “Problem Kesangsian dan Demokrasi”. Soal menyangsikan ini, aku teringat akan Rene Descartes (1596-1650), filsuf besar yang memperkenalkan ide filosofis terdahsyat, yang disebutnya ‘methodicum doubth’. ‘Kesangsian metodis’ terjemahannya. Menurutnya, kesangsian dapat dijadikan suatu metode filosofis untuk menguji segala kebenaran yang sudah dianggap tepat serta bersifat kekal.
Beliau mengajarkan kita tuk membimbangkan segala sesuatu, meragukan segala sesuatu, sehingga segala sesuatu itu tidak dapat diragukan lagi agu (serta) memposisikan kebenaran itu secara tepat. Kita harus mengambil ‘tempat intelektual’ yang tepat tuk menolak secara absolut segala sesuatu yang salah dan sesat. Meskipun nenggitu (demikian), kesangsian itu bukan sesuatu yang melantur begitu saja, melainkan sebuah argumentasi yang didasarkan pada studi yang runtut terhadap suatu kebenaran, keyakinan, dan ideologi. Baru pada tataran ini, kita boleh menyebutnya sebagai kesangsian metodis, serta menjadi absah dalam suatu diskusi ilmiah yang rasional dan merdeka.

January 21, 2011

Merapi Meletus; Menggugat Tuhan

Merapi Meletus; Menggugat Tuhan

Hari itu, 26 Oktober 2010 Gunung berapi paling aktif di dunia meletus lagi,  setelah pada tahun 2006 silam yang menelan dua korban jiwa. Letusan kali ini tergolong sangat dahsyat sebab sekian banyak manusia yang harus pergi tinggalan kehidupan gara-gara merapi meletus lagi bahkan sang juru kunci Mbah Maridjan juga ikut pergi. Kepergian Mbah Maridjan setelah diterjang Wedhus Gembel menyimpan sebuah misteri yang mungkin tak terpecahkan. Kepergian abdi dalem Keraton Jogja ini dalam posisi bersujud memunculkan multi tafsir dan misteri. Belum lagi munculnya kepulan Wedhus Gembel di puncak merapi yang menyerupai sosok Mbah Petruk tokoh pewayangan Kuno yang sarat dengan mitos kerajaan Jawa.

January 12, 2011

Electra Complekx dan Oedipus Complex


Electra Complekx dan Oedipus Complex
Electra complex (Kompleks Electra) adalah istilah psikoanalisis yang digunakan untuk menggambarkan perasaan romantis seorang gadis terhadap ayahnya dan marah terhadap ibunya. Electra complex (Kompleks Electra] seperti halnya dengan Oedipal Complex (Kompleks Oedipus) pada laki-laki.