silahkan mengklik

December 8, 2009

KONSEP DIRI LESBIAN BUTCH

Gay, Lesbian, dan Transeksual

Kenyataan bahwa gadi-gadis bisa berhasil dalam sisa hidupnya sebagai pria menjelaskan satu hal, bahwa lingkungan sosial dan pendidikan mereka memiliki pengaruh yang terbatas dalam kehidupan dewasa mereka. Jelas, keadaan biologis merekalah yang merupakan faktor kunci dalam menciptakan pola perilaku mereka.

Homoseksualitas : Keturunan atau Pilihan
Allan Pease, penulis bukuBody Language dan Anne Moir seorang ahli Genetika penulis buku Brainsex. Mereka memaparkan hasil dari penelitiaannya yang memperjelas apa yang telah diketahuipara ilmuwan selama ini, bahwa sifat-sifat homoseksualitas ada sejak lahir, jadi bukan merupakan sebuah pilihan individu.
Tidak saja homoseksualitas itu ada sejak lahir, namun lingkungan tempat kita dibesarkan memgang peran lebih kecil dalam pembentukan perilaku kita daripada yang pernah kita kira sebelumnya. Para ilmuwan telah menemukan bahwa sebenarnya tidak ada pengaruh sama sekali usaha yang dilakukan orangtua untuk menekan kecendrungan homoseksual pada anak remajanya ataunya yang sudah dewasa. Penyebab utamanya adalah pengaruh hormon pria (atau kekurangan hormon tersebut) pada otak, maka itu tidaklah heran kalau kebanyakan orang homoseksual adalah pria.

Perbedaan Lesbian
Jika otak sebuah janin wanita secara kebetulan menerima tambahan hormon pria, maka hal itu akan membuat pusat pengendaliaan perkawinan pada otak menjadi maskulin. Itu artinya bahwa sebagai seorang wanita, dia akan lebih tertarik pada wanita lainnya. Jika pusat pengendaliaan perilakunya juga menjadi maskulin, dia akan bersikap, berbicara dan memiliki bahasa tubuh seperti pria, dan mungkin juga akan disebut butch ( pacar wanita).
Jika pusat pengendalian perilakunya tidak diubah oleh hormon pria, maka yang terjadi adalah sebaliknya; wanita itu akan tetap bersifat feminim, tetapi masih tertarik pada wanita lain. Sementara lesbian butch dapat terlihat dengan mudahsebagai hasil dari biologi mereka.
Lesbian butch ternyata memiliki konsep diri yang positif karena mereka menerima orientasiseksual mereka sebagai lesbian tapi tidak menginginkan perubahan bentuk fisik menjadi laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memiliki penerimaan diri yang baik atas kondisinya yang tidak sesuai dengan harapan mayoritas orang di lingkungan heteroseksual.
Konsep diri merekapun telah berkembang sedari masa kecil dengan banyak faktor yang mempengaruhi seperti keluarga, teman, dan komunitas lesbian khususnya pacar, role model, prestasi, sumber referensi serta proses coming out. Walaupun besar pengaruh faktor-faktor di atas namun tidak sama untuk satu subyek dengan subyek yang lainnya.
Dari masa kecil ada juga para lesbian butch yang cenderung memilih mainan dan aktivitas yang stereotip laki-laki, walaupun tampaknya merupakan sifat bawaan tapi lingkungan juga memiliki peran yang yang cukup besar yaitu sikap permisif orangtua terhadap anak dalam memilih mainan dan aktivitas yang mereka senangi dan juga lebih senang berteman dengan laki-laki dibandingkan dengan perempuan.
Dalam hubungan romantis para lesbian, mereka menolak adanya pembagian peran butch dan femalee karena pada pola interaksi mereka dalam berhubungan ada pihak yang mendominasi dan didominasi, ada pihak yang menerima dan memberi dan mereka berharap peran butch pada masa kini hanya berkisar pada penampilan dan pembawaan yang dimiliki oleh seorang lesbian.
Satu hal yang terpenting dalam penelitian ini adalah perbedaan antara lesbi dengan heteroseksual hanya pada masalah orientasi seksualnya dan memang hal inilah yang banyak mempengaruhi konsep diri seorang lesbi dan masalah yang sebenarnya justru datang dari lingkungan yang belum bisa menerima homoseksualitas sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Walteriano Rahmino Janu Pangul
Fakultas Psikologi
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
2009

No comments:

Post a Comment