silahkan mengklik

December 15, 2009

Sebelas Penyakit Pergerakan


1.  Karena kenalan lama, teman sekampung, sahabat karib, orang yang dicintai, rekan lama atau bawahan lama, maka sekalipun tahu jelas bahwa mereka itu salah, tidak juga mengadakan perdebatan secara berprinsip dengan mereka, melainkan membiarkannya saja demi perdamaian dan keakraban. Atau dibicarakan secara sepintas lalu dan tidak diselesaikan secara mendalam untuk memelihara suasana damai. Akibatnya baik organisasi maupun perseorangan dirugikan.
2.  Mengkritik di belakang secara tidak bertanggung jawab dan bukan aktif mengajukan saran-saran kepada organisasi. Bungkam di depan orangnya tetapi megoceh di belakangnya; tutup mulut di dalam rapat tetapi mengobrol sesudah rapat. Tidak mengindahkan prinsip kehidupan kolektif, melainkan bertindak liberal saja.
3.  Tidak ambil pusing terhadap soal-soal yang tidak menyangkut diri sendiri. Menganggap lebih baik tidak banyak bicara sekalipun tahu betul apa yang salah, berlaku cerdik untuk cari selamat dan hanya berusaha untuk tidak berbuat salah.
4.      Tidak menurut perintah melainkan menomorsatukan pendapatnya sendiri. Selalu menuntut perlakuan khusus dari organisasi, tetapi menolak disiplin organisasi.
5.      Bukan berjuang dan berdebat menentang pendapat yang tidak tepat untuk persatuan, untuk kemajuan atau penyempurnaan pekerjaan melainkan melakukan serangan pribadi mencari-cari pertengkaran, melampiaskan dendam pribadi atau bermaksud membalas dendam.
6.      Mendengar pendapat yang tidak tepat tidak membantahnya dan bahkan mendengar omongan kaum kontra revolusioner pun tidak melaporkannya melainkan bersifat masa bodoh seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
7.      Berada di kalangan massa tetapi tidak berpropaganda, tidak beragitasi, tidak berpidato, tidak melakukan penyelidikan, tidak bertanya, tidak memperhatikan suka duka mereka melainkan bersifat acuh tak acuh, lupa bahwa dia sendiri adalah seorang kaum pergerakan dan menyamakan anggota organisasi pergerakan dengan orang biasa.
8.      Melihat perbuatan yang merugikan kepentingan massa tidak merasa marah, tidak memberi nasehat, tidak mencegahnya, tidak memberi penjelasan melainkan membiarkannya saja.
9.      Bekerja tidak sungguh-sungguh, tanpa rencana tertentu dan arah tertentu, melainkan bekerja asal bekerja, hidup asal hidup saja.
10.      Menganggap dirinya telah berjasa terhadap revolusi, berlagak sebagai jago tua, tidak mampu melakukan pekerjaan besar tetapi enggan melakukan pekerjaan kecil, sembarangan dalam bekerja dan kendor dalam belajar.
11.      Sudah tahu dirinya salah tetapi tidak mau membetulkannya dan bersikap liberal terhadap diri sendiri.       

Front Perjuangan Pemuda Indonesia


No comments:

Post a Comment