silahkan mengklik

February 4, 2011

Sejarah Tato Dari Zaman Ke Zaman


Sejarah Tato Dari Zaman Ke Zaman
Tato atau tattoo, berasal dari bahasa Tahiti "tatu" yang konon artinya tanda. Walaupun bukti-bukti sejarah tato ini tidak begitu banyak, tetapi para ahli mengambil kesimpulan bahwa seni tato ini sudah ada sejak 12.000 tahun sebelum Masehi.
Dulu, tato menjadi semacam ritual bagi suku-suku kuno seperti Maori, Inca, Ainu, Polynesians, dan lain-lain. Kalau Anda jalan-jalan ke Mesir, coba main-main ke Piramid, mungkin Anda bisa menemukan tato tertua di sana. Karena menurut sejarah, bangsa Mesirlah yang jadi biang tumbuh suburnya tato di dunia. Bangsa Mesir kan dikenal sebagai bangsa yang terkenal kuat, mereka melakukan ekspansi ke negara-negara lain, sehingga seni tato pun ikut-ikutan menyebar luas, seperti ke daerah Yunani, Persia, dan Arab.

DUBIUM METHODICUM


DUBIUM METHODICUM
techan pangul[1]

 “Problem Kesangsian dan Demokrasi”. Soal menyangsikan ini, aku teringat akan Rene Descartes (1596-1650), filsuf besar yang memperkenalkan ide filosofis terdahsyat, yang disebutnya ‘methodicum doubth’. ‘Kesangsian metodis’ terjemahannya. Menurutnya, kesangsian dapat dijadikan suatu metode filosofis untuk menguji segala kebenaran yang sudah dianggap tepat serta bersifat kekal.
Beliau mengajarkan kita tuk membimbangkan segala sesuatu, meragukan segala sesuatu, sehingga segala sesuatu itu tidak dapat diragukan lagi agu (serta) memposisikan kebenaran itu secara tepat. Kita harus mengambil ‘tempat intelektual’ yang tepat tuk menolak secara absolut segala sesuatu yang salah dan sesat. Meskipun nenggitu (demikian), kesangsian itu bukan sesuatu yang melantur begitu saja, melainkan sebuah argumentasi yang didasarkan pada studi yang runtut terhadap suatu kebenaran, keyakinan, dan ideologi. Baru pada tataran ini, kita boleh menyebutnya sebagai kesangsian metodis, serta menjadi absah dalam suatu diskusi ilmiah yang rasional dan merdeka.